JAKARTA--MI: Sebuah dua lantai bangunan Metro Tanah Abang runtuh pada Rabu (23/12), pukul 10.00 WIB.
Sekadar informasi, bangunan yang runtuh itu merupakan lantai tiga dan empat yang memang tengah dikerjakan. Salah satu bangunan yang runtuh untuk tambahan toilet. Bangunan baru sebesar 40% dikerjakan.
Sementara, runtuhan bangunan tersebut menimpa dua mobil, salah satunya mobil boks yang ada di bawahnya. Dilaporkan, lima pekerja terluka.
Kapolres Jakarta Pusat AKBP Hamidin menjelaskan pihaknya tengah memotong besi-besi untuk bisa masuk ke dalam reruntuhan. Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebabnya.
Seluruh korban dibawa ke RS Tarakan. Diperkirakan tujuh korban masih terjebak di dalam reruntuhan.
source:
http://www.mediaindonesia.com/index.php/read/2009/12/23/113112/37/5/Dua_Lantai_Metro_Tanah_Abang_Runtuh
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Selasa, 22 Desember 2009
Rabu, 25 November 2009
Bangunan Aneh
1.Kapadokya, Turkey rumah dari ratusan rumah terdiri dari kamar2 yg bersambung yg bersama2 merupakan sistem tua dari kota bawah tanah berumur lbh dr 2500thn.Area2 dipisahkan oleh koridor sempit, penduduk memulai pendudukan di permukaan dan akhirnya pindah ke bawah tanah.
Rabu, 18 November 2009
Pembangunan Jembatan Andalas CS2 .
Padang-RekayasaRumah. kemacetan yang sering terjadi di ruas jalan di sekitar jembatan Andalas adalah salah satu pertimbangan dalam 'pelebaran jembatan' ini. Selain itu, apabila terjadi gempa bumi dan Tsunami di Padang, proses evakuasi warga dapat dilakukan secepat mungkin ke daerah yang lebih tinggi karena jembatan ini merupakan jalan lintas dari Simpang Haru menuju BY Pass.
Jumat, 16 Oktober 2009
Tips membuat bangunan tahan gempa
Gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat pada 30 September kemarin membuat para pemilik rumah atau bangunan berpikir kembali untuk membuat rumah/bangunan tahan gempa. Apalagi daerah-daerah di Indonesia hampir tak ada yang aman dari gempa.
Pada dasarnya terdapat tiga filosofi bangunan tahan gempa itu, yaitu:
Perhatikan fondasi bangunan. Pada dasarnya fondasi yang baik adalah seimbang atau simetris. Baik konstruksi maupun kekuatan pendukungnya. Lebih baik membuat rata bagian dasar peletak fondasi sebelum membuat fondasi itu sendiri. Begitu pula dengan pembuatan tulangan kolom harus diteruskan sampai ke fondasi bangunan. Gunakan angkur untuk menguatkan ikatan kolom dengan dinding, jarak vertikal antar angkur adalah 30 cm.
Bahan pembuat dinding menggunakan bahan yang ringan dan kaku. Begitu pula dengan bahan atap, sebaiknya dari bahan yang ringan. Ikatan struktur dan kuda-kuda atap harus kuat.
Pada dasarnya terdapat tiga filosofi bangunan tahan gempa itu, yaitu:
- Bila terjadi Gempa Ringan, bangunan tidak boleh mengalami kerusakan baik pada komponen non-struktural (dinding retak, genting dan langit-langit jatuh, kaca pecah, dsb) maupun pada komponen strukturalnya (kolom dan balok retak, pondasi amblas, dsb).
- Bila terjadi Gempa Sedang, bangunan boleh mengalami kerusakan pada komponen non-strukturalnya akan tetapi komponen struktural tidak boleh rusak.
- Bila terjadi Gempa Besar, bangunan boleh mengalami kerusakan baik pada komponen non-struktural maupun komponen strukturalnya, akan tetapi jiwa penghuni bangunan tetap selamat, artinya sebelum bangunan runtuh masih cukup waktu bagi penghuni bangunan untuk keluar/mengungsi ke tempat aman.
Perhatikan fondasi bangunan. Pada dasarnya fondasi yang baik adalah seimbang atau simetris. Baik konstruksi maupun kekuatan pendukungnya. Lebih baik membuat rata bagian dasar peletak fondasi sebelum membuat fondasi itu sendiri. Begitu pula dengan pembuatan tulangan kolom harus diteruskan sampai ke fondasi bangunan. Gunakan angkur untuk menguatkan ikatan kolom dengan dinding, jarak vertikal antar angkur adalah 30 cm.
Bahan pembuat dinding menggunakan bahan yang ringan dan kaku. Begitu pula dengan bahan atap, sebaiknya dari bahan yang ringan. Ikatan struktur dan kuda-kuda atap harus kuat.
Tentang Tata Ruang: Diskusi JICA & Tim Building Assesment
Banyaknya gedung-gedung bertingkat yang rubuh ketika gempa 30 September 2009 mendapat perhatian khusus dari pemerintah Jepang. Melalui lembaga kerja sama luar negerinya Japan Internasional Cooperation Agency (JICA), mereka menyempatkan hadir di posko assesmen bangunan Unand di jati, padang.
Dalam perbincangannya dengan ketua tim assesmen bangunan unand, Dr. Eng. Febrin Anas Ismail, pihak JICA memaparkan tentang perlunya konsep tata kota yang terarah. JICA yang diwakili oleh Mr. Shirakawa Kazushi menjekaskan bahwa kontrol tata ruang berperan penting dalam mereduksi kerugian akibat gempa.
Bercermin dari gempa 30 september di kota Padang, terbukti bahwa pengawasan tata ruang kota lemah. Kebanyakan bangunan yang rubuh adalah rumah toko (ruko). Salah satu penyebabnya pengelola gedung menyalahi fungi penggunaan gedung, ada beberapa ruko yang dijadikan sarana belajar-mengajar, layaknya sekolah. Padahal perhitungan perancanaan ruko sangat berbeda dengan sekolah.
Dalam perbincangannya dengan ketua tim assesmen bangunan unand, Dr. Eng. Febrin Anas Ismail, pihak JICA memaparkan tentang perlunya konsep tata kota yang terarah. JICA yang diwakili oleh Mr. Shirakawa Kazushi menjekaskan bahwa kontrol tata ruang berperan penting dalam mereduksi kerugian akibat gempa.
Bercermin dari gempa 30 september di kota Padang, terbukti bahwa pengawasan tata ruang kota lemah. Kebanyakan bangunan yang rubuh adalah rumah toko (ruko). Salah satu penyebabnya pengelola gedung menyalahi fungi penggunaan gedung, ada beberapa ruko yang dijadikan sarana belajar-mengajar, layaknya sekolah. Padahal perhitungan perancanaan ruko sangat berbeda dengan sekolah.
Building Assesment Unand On The Move
Building assessment yang dimotori oleh Dr. Ir. Febrin Anas Ismail, MT merupakan bentuk quick assessment dengan mengkhususkan target terhadap rumah tinggal di Sumatera Barat. Program ini merupakan program yang disponsori oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Proses assessment ini secara efektif bekerjasama dengan para fasilitator Program PNPM seluruh Sumatera Barat sebagai koordinator lapangan yang akan menangani mahasiswa dalam survey. Disamping itu, Tim Building Assessment ini juga berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, INKINDO, dan Perkindo disamping berkolaborasi secara resmi dengan UNP, UBH, UPI, dan beberapa universitas yang ada di kota Padang. Kolaborasi ini selain melakukan verifikasi rumah tinggal sebagai main program juga meng-assess sarana pendidikan, gedung pemerintahan dan sarana ibadah. Tim assessment juga menerjunkan tim ahli yang melayani assessment secara detail yang terdiri dari dosen Teknik Sipil Universitas Andalas. Assessment ini bertujuan untuk memberikan beberapa laporan dan rekomendasi bagi pemilik gedung untuk keperluan asuransi atau perbaikan lebih lanjut. Disamping itu, Tiga kriteria yang diberikan, (a) layak huni, (b) layak huni dengan perbaikan serta (c) tidak layak huni, memberikan dampak psikologis yang cukup besar bagi masyarakat untuk kembali menempati rumahnya dengan aman dan tenang kata direktur Pusat Studi Bencana Universitas Andalas.
Langganan:
Postingan (Atom)